
Yang Mulia Sāriputta
Bhikkhu
Sariputta merupakan salah satu dari dua siswa utama Buddha. Sebelum bergabung dengan Buddha, ia dikenal sebagai Upatissa dan menjalani kehidupan sebagai pencari spiritual bersama sahabatnya Kolita, yang kelak dikenal sebagai Mahamoggallana. Keduanya pernah mengikuti pengembara Sanjaya dan berjanji saling memberitahu bila menemukan jalan menuju pembebasan.
Riwayat
Perjumpaan Upatissa dengan bhikkhu Assaji menjadi titik penting kehidupannya. Setelah mendengar uraian Dhamma singkat, Upatissa memperoleh pemahaman mendalam dan menyampaikannya kepada Kolita. Keduanya kemudian menemui Buddha dan memasuki Sangha.
Dalam tradisi Buddhis awal, Sariputta terutama diasosiasikan dengan kebijaksanaan. Ia bukan hanya seorang pemikir, tetapi juga guru yang mampu menguraikan Dhamma secara sistematis dan membimbing siswa lain.
MN memberikan banyak gambaran tentang Sariputta melalui dialog dan pengajaran. Dalam MN 32, misalnya, para siswa senior mendiskusikan kualitas bhikkhu yang membuat hutan Gosinga menjadi indah. Sariputta meminta pendapat para sesepuh lain sebelum memberikan jawabannya sendiri.
Karena kemampuan analitis dan pengajarannya, tradisi mengenalnya sebagai Dhammasenapati, "panglima Dhamma". Gambaran tekstualnya juga menunjukkan kerendahan hati, persahabatan, perhatian kepada praktisi lain, dan kesediaan untuk terus belajar.