an9.34:1.1 Pada suatu ketika Yang Mulia Sāriputta berdiam di Rājagaha, di Hutan Bambu, tempat pemberian makan tupai.
an9.34:1.2 Di sana Yang Mulia Sāriputta berkata kepada para bhikkhu:
an9.34:1.3 "Sahabat-sahabat, Nibbāna adalah kebahagiaan!
an9.34:1.4 Sahabat-sahabat, Nibbāna adalah kebahagiaan!"
an9.34:1.5 Ketika hal ini dikatakan, Yang Mulia Udāyī berkata kepada Yang Mulia Sāriputta:
an9.34:1.6 "Tetapi, Sahabat Sāriputta, apakah kebahagiaannya, jika di sana tidak ada yang dirasakan?"
an9.34:1.7 "Justru itulah, sahabat, kebahagiaannya—bahwa di sana tidak ada yang dirasakan.
an9.34:1.8 Sahabat, ada lima jenis kenikmatan indria ini.
an9.34:1.9 Apakah lima itu?
an9.34:1.10 Bentuk-bentuk yang dikenali oleh mata, yang diinginkan, disukai, menyenangkan, disayangi, berhubungan dengan nafsu, dan menggoda.
an9.34:1.11 Suara-suara yang dikenali oleh telinga …
an9.34:1.12 Bau-bauan yang dikenali oleh hidung …
an9.34:1.13 Rasa-rasa yang dikenali oleh lidah …
an9.34:1.14 Sentuhan-sentuhan yang dikenali oleh badan, yang diinginkan, disukai, menyenangkan, disayangi, berhubungan dengan nafsu, dan menggoda—
an9.34:1.15 Inilah, sahabat, lima jenis kenikmatan indria itu.
an9.34:1.16 Kesenangan dan kegembiraan yang muncul dengan bergantung pada lima jenis kenikmatan indria ini, inilah yang disebut, sahabat, kenikmatan indria.
