‹
AN 9.11

Sīhanādasutta

Sutta Raungan Singa

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 9.11

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini memperlihatkan bagaimana seorang siswa utama membela diri dengan kebijaksanaan dan kerendahan hati, bukan dengan kemarahan. Perhatikan baik-baik rangkaian perumpamaan yang digunakan Sāriputta—semuanya menggambarkan kualitas batin yang sama, namun dari sudut pandang yang berbeda.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Setelah Sāriputta menyelesaikan masa vassa di Sāvatthī, ia memohon izin kepada Buddha untuk berkelana. Tak lama setelah kepergiannya, seorang bhikkhu menuduhnya menyerang dan pergi tanpa meminta maaf. Buddha memanggil Sāriputta kembali, dan di hadapan para bhikkhu, Sāriputta membela diri dengan serangkaian perumpamaan tentang pikiran yang luhur, luas, dan bebas dari kebencian, serta menunjukkan penguasaan perhatian pada tubuh. Bhikkhu yang menuduh itu akhirnya mengakui kesalahannya dan meminta maaf.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an9.11:13.1 Then that monk rose from his seat, placed his robe over one shoulder, bowed with his head to the Buddha’s feet, and said,

an9.11:13.2 “I made a mistake, sir. It was foolish, stupid, and unskillful of me to speak ill of Venerable Sāriputta with an incorrect, hollow, false, untruthful claim.

an9.11:13.3 Please, sir, accept my mistake for what it is, so I will restrain myself in future.”

an9.11:13.4 “Indeed, monk, you made a mistake. It was foolish, stupid, and unskillful of you to act in that way.

an9.11:13.5 But since you have recognized your mistake for what it is, and have dealt with it properly, I accept it.

an9.11:13.6 For it is growth in the training of the Noble One to recognize a mistake for what it is, deal with it properly, and commit to restraint in the future.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.