an6.17:4.1 Bagaimana menurut kalian, para bhikkhu,
an6.17:4.2 pernahkah kalian melihat atau mendengar
an6.17:4.3 ‘seorang petapa atau brahmana yang hidup dengan menikmati kesenangan tidur, berbaring, dan mengantuk sepuasnya, yang tidak menjaga pintu-pintu indranya, tidak tahu batas dalam makan, tidak tekun dalam berjaga, tidak mampu melihat kualitas-kualitas bermanfaat, tidak melatih pengembangan kualitas-kualitas pencerahan pada malam hari dan menjelang fajar, namun karena hancurnya kekotoran batin, ia merealisasikan kebebasan pikiran yang tanpa kekotoran dan kebebasan melalui kebijaksanaan, dan hidup setelah menyadarinya sendiri dengan pengetahuan langsung dalam kehidupan ini juga’?
an6.17:4.4 “Tidak, Bhante.”
an6.17:4.5 “Baik, para bhikkhu.
an6.17:4.6 Aku pun, para bhikkhu, tidak pernah melihat atau mendengar hal demikian:
an6.17:4.7 ‘seorang petapa atau brahmana yang hidup dengan menikmati kesenangan tidur, berbaring, dan mengantuk sepuasnya, yang tidak menjaga pintu-pintu indranya, tidak tahu batas dalam makan, tidak tekun dalam berjaga, tidak mampu melihat kualitas-kualitas bermanfaat, tidak melatih pengembangan kualitas-kualitas pencerahan pada malam hari dan menjelang fajar, namun karena hancurnya kekotoran batin, ia merealisasikan kebebasan pikiran yang tanpa kekotoran dan kebebasan melalui kebijaksanaan, dan hidup setelah menyadarinya sendiri dengan pengetahuan langsung dalam kehidupan ini juga.’






