‹
AN 5.166

Nirodhasutta

Nirodhasutta

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 5.166

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini menyajikan sebuah perdebatan sengit antara dua murid utama Buddha, yang berujung pada teguran langsung dari Buddha sendiri. Perhatikan bagaimana Buddha kemudian mengalihkan pembahasan dari pertanyaan metafisik tentang alam dewa ke pertanyaan yang lebih praktis tentang kualitas yang membuat seorang bhikkhu senior layak dihormati.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sāriputta menyampaikan bahwa seorang bhikkhu yang sempurna dalam moralitas, konsentrasi, dan kebijaksanaan dapat masuk dan keluar dari penghentian persepsi dan perasaan, bahkan setelah terlahir di alam para dewa berbadan pikiran. Udāyī membantah pernyataan ini tiga kali, baik di hadapan para bhikkhu maupun di hadapan Buddha. Buddha menegur Udāyī dan kemudian bertanya kepada Upavāṇa tentang lima kualitas yang membuat seorang bhikkhu senior dihormati oleh rekan-rekan seperjalanannya.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an5.166:9.1

Atha kho āyasmato sāriputtassa etadahosi:

Kemudian Yang Mulia Sāriputta berpikir:

Then Venerable Sāriputta thought,

an5.166:9.2

“bhagavatopi kho me sammukhā āyasmā udāyī yāvatatiyakaṁ paṭikkosati, na ca me koci bhikkhu anumodati.

Bahkan di hadapan Sang Buddha, Yang Mulia Udāyī membantahku tiga kali, dan tidak seorang pun bhikkhu yang menyetujuiku.

“Even in front of the Buddha Venerable Udāyī disagrees with me three times, and not one mendicant agrees with me.

an5.166:9.3

Yannūnāhaṁ tuṇhī assan”ti.

Sebaiknya aku berdiam diri saja."

I’d better stay silent.”

an5.166:9.4

Atha kho āyasmā sāriputto tuṇhī ahosi.

Kemudian Yang Mulia Sāriputta berdiam diri.

Then Sāriputta fell silent.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.