Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 11.7
Kenali dunia dalam sutta ini
Dalam sutta ini, kita akan menyaksikan dialog antara Ānanda dan Buddha, kemudian Ānanda dan Sāriputta, tentang kemungkinan pencapaian samādhi yang melampaui segala persepsi. Perhatikan bagaimana jawaban yang diberikan sama persis, menunjukkan kedalaman pemahaman para siswa utama Buddha.
Ānanda bertanya kepada Buddha apakah mungkin seorang bhikkhu mencapai samādhi tanpa mempersepsi tanah, air, api, angin, landasan-landasan tanpa batas, dunia ini atau dunia lain, bahkan tanpa mempersepsi apa pun yang dilihat, didengar, atau diketahui, namun tetap memiliki persepsi. Buddha menjawab bahwa hal itu mungkin, yaitu ketika seorang bhikkhu mempersepsi Nibbāna sebagai hal yang damai dan luhur. Setelah itu, Ānanda menanyakan hal yang sama kepada Sāriputta, yang memberikan jawaban yang sama persis, menunjukkan keselarasan ajaran antara Guru dan siswa.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an11.7:2.1 “Could it be, sir, that a mendicant might gain a state of immersion like this? They wouldn’t perceive earth in earth, water in water, fire in fire, or air in air. And they wouldn’t perceive the dimension of infinite space in the dimension of infinite space, the dimension of infinite consciousness in the dimension of infinite consciousness, the dimension of nothingness in the dimension of nothingness, or the dimension of neither perception nor non-perception in the dimension of neither perception nor non-perception. They wouldn’t perceive this world in this world, or the other world in the other world. And they wouldn’t perceive what is seen, heard, thought, known, attained, sought, or explored by the mind. And yet they would still perceive.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.