MN 97

Dhanañjānisutta

Khotbah kepada Dhanañjāni

Majjhima Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

SEBELUM MEMBACA

Kenali dunia dalam sutta ini

Berkenalan sebentar dengan kisah, tokoh, dan tempatnya agar sutta yang kamu baca lebih mudah dibayangkan.

SEKILAS SUTTA

Kebaikan besar yang masih bisa diarahkan lebih jauh

Sāriputta membimbing brahmana Dhanañjāni yang sedang menurun dalam perilaku menuju kelahiran di alam Brahmā. Ketika mendengarnya, Buddha menunjukkan bahwa bimbingan itu baik, tetapi masih ada tujuan yang lebih tinggi daripada kelahiran mulia, yaitu pembebasan sepenuhnya.

Sutta ini menarik karena menunjukkan perbedaan antara hasil baik dan hasil tertinggi.
Mulai membaca ↓
mn97:36.1

“Tena hi, bho sāriputta, mama vacanena bhagavato pāde sirasā vandāhi:

“Kalau begitu, Yang Mulia Sāriputta, atas namaku, bersujudlah dengan kepala di kaki Bhagavā:

mn97:36.2

‘dhanañjāni, bhante, brāhmaṇo ābādhiko dukkhito bāḷhagilāno.

‘Yang Mulia, brahmana Dhanañjāni sedang sakit, menderita, parah penyakitnya.

mn97:36.3

So bhagavato pāde sirasā vandatī’”ti.

Ia bersujud dengan kepala di kaki Bhagavā.’”

mn97:36.4

Atha kho āyasmā sāriputto dhanañjāniṁ brāhmaṇaṁ sati uttarikaraṇīye hīne brahmaloke patiṭṭhāpetvā uṭṭhāyāsanā pakkāmi.

Kemudian Yang Mulia Sāriputta, setelah menegakkan brahmana Dhanañjāni dalam alam brahma yang lebih rendah padahal masih ada yang lebih tinggi yang harus dilakukan, bangkit dari duduknya dan pergi.

mn97:36.5

Atha kho dhanañjāni brāhmaṇo acirapakkante āyasmante sāriputte kālamakāsi, brahmalokañca upapajji.

Tidak lama setelah Yang Mulia Sāriputta pergi, brahmana Dhanañjāni meninggal dunia dan terlahir kembali di alam brahma.

SUMBER TEKS
Indonesia · diterjemahkan dengan bantuan AI
English · Bhikkhu SujatoSumber ↗

Terjemahan Indonesia dibuat dengan bantuan AI oleh Bunbun.