Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 29
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini diawali dengan kisah perpecahan sebuah komunitas agama lain, yang menjadi titik tolak bagi Buddha untuk berbicara tentang bagaimana menjaga keutuhan dan kemurnian sebuah ajaran. Mari kita simak bagaimana Beliau merespons peristiwa tersebut dengan ajaran yang mendalam namun praktis.
Setelah kematian Nigaṇṭha Nāṭaputta, para pengikutnya terpecah dan saling bertikai. Cunda dan Ānanda melaporkan hal ini kepada Buddha, yang kemudian menjelaskan perbedaan antara ajaran yang tidak baik dan ajaran yang baik, serta bagaimana sebuah kehidupan suci dapat menjadi lengkap dan bertahan lama. Buddha menekankan pentingnya membacakan ajaran secara bersama-sama tanpa perselisihan, dan menguraikan berbagai pandangan spekulatif tentang masa lalu dan masa depan yang tidak perlu dijawab, serta ajaran-ajaran inti yang telah dinyatakan-Nya.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Idha pana, cunda, satthā ca hoti sammāsambuddho, dhammo ca svākkhāto suppavedito niyyāniko upasamasaṁvattaniko sammāsambuddhappavedito,
Di sini, Cunda, ada kasus ketika seorang guru adalah seorang yang telah mencapai Penerangan Sempurna, dan Dhamma dijelaskan dengan baik, dibabarkan dengan sempurna, menuntun pada kebebasan, mengarah pada kedamaian, dan dinyatakan oleh seorang yang telah mencapai Penerangan Sempurna.
Take the case where a teacher is awakened, and the teaching is well explained and well propounded, emancipating, leading to peace, proclaimed by someone who is a fully awakened Buddha.
Seorang siswa dalam Dhamma itu berlatih sesuai dengan Dhamma, berlatih mengikuti prosedur itu, hidup selaras dengan Dhamma. Mereka melanjutkan dengan mengemban Dhamma itu.
A disciple in that teaching practices in line with the teaching, practices following that procedure, lives in line with the teaching. They proceed having undertaken that teaching.
satthā ca te sammāsambuddho, dhammo ca svākkhāto suppavedito niyyāniko upasamasaṁvattaniko sammāsambuddhappavedito.
Sang guru bagimu adalah seorang yang telah mencapai penerangan sempurna, dan Dhamma telah dibabarkan dengan baik, dijelaskan dengan sempurna, menuntun menuju kebebasan, mengarah pada kedamaian, yang dinyatakan oleh seorang Buddha yang telah mencapai penerangan sempurna.
For your teacher is awakened, and their teaching is well explained and well propounded, emancipating, leading to peace, proclaimed by someone who is a fully awakened Buddha.
Dan engkau berdiam dengan mempraktikkan Dhamma sesuai dengan Dhamma, mempraktikkan dengan cara yang benar, hidup selaras dengan ajaran, dan setelah menerima Dhamma itu, engkau menjalankannya.’
And you practice in line with that teaching, you practice following that procedure, you live in line with the teaching. You proceed having undertaken that teaching.’
Yo ca pasaṁsati, yañca pasaṁsati, yo ca pasaṁsito bhiyyoso mattāya vīriyaṁ ārabhati. Sabbe te bahuṁ puññaṁ pasavanti.
Orang yang memuji, orang yang dipuji, dan orang yang setelah dipuji justru membangkitkan semangat lebih besar lagi—semuanya melimpah dengan jasa kebajikan yang banyak.
The one who praises, the one who they praise, and the one who, being praised, rouses up even more energy all brim with much merit.
Karena, Cunda, Dhamma dan Vinaya ini telah dibabarkan dengan baik, diproklamasikan dengan baik, menuntun menuju kebebasan, menuntun menuju ketenangan, dan dibabarkan oleh seorang Yang Tercerahkan Sempurna.
It’s because that teaching and training is well explained and well propounded, emancipating, leading to peace, proclaimed by someone who is a fully awakened Buddha.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.