Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 29
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini diawali dengan kisah perpecahan sebuah komunitas agama lain, yang menjadi titik tolak bagi Buddha untuk berbicara tentang bagaimana menjaga keutuhan dan kemurnian sebuah ajaran. Mari kita simak bagaimana Beliau merespons peristiwa tersebut dengan ajaran yang mendalam namun praktis.
Setelah kematian Nigaṇṭha Nāṭaputta, para pengikutnya terpecah dan saling bertikai. Cunda dan Ānanda melaporkan hal ini kepada Buddha, yang kemudian menjelaskan perbedaan antara ajaran yang tidak baik dan ajaran yang baik, serta bagaimana sebuah kehidupan suci dapat menjadi lengkap dan bertahan lama. Buddha menekankan pentingnya membacakan ajaran secara bersama-sama tanpa perselisihan, dan menguraikan berbagai pandangan spekulatif tentang masa lalu dan masa depan yang tidak perlu dijawab, serta ajaran-ajaran inti yang telah dinyatakan-Nya.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
dn29:40.1 Dan untuk melepaskan serta melampaui pandangan-pandangan yang berkaitan dengan awal mula dan akhir ini, Cunda, Aku telah mengajarkan dan menetapkan empat penegakan perhatian.
dn29:40.3 Di sini, Cunda, seorang bhikkhu berdiam dengan merenungkan tubuh sebagai tubuh—tekun, sadar penuh, dan waspada, setelah melenyapkan ketamakan dan ketidakpuasan terhadap dunia.
dn29:40.4 Ia berdiam dengan merenungkan perasaan sebagai perasaan …
dn29:40.6 Ia berdiam dengan merenungkan fenomena sebagai fenomena—tekun, sadar penuh, dan waspada, setelah melenyapkan ketamakan dan ketidakpuasan terhadap dunia.
dn29:40.7 Untuk melepaskan serta melampaui pandangan-pandangan yang berkaitan dengan awal mula dan akhir inilah, Cunda, Aku telah mengajarkan dan menetapkan empat penegakan perhatian ini.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.