‹
DN 28

Sampasādanīyasutta

Sampasādanīyasutta

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 28
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 28

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita menyaksikan bagaimana seorang siswa utama menegaskan keyakinannya bukan dengan klaim supranatural, melainkan dengan penalaran yang jernih dan pemahaman mendalam akan ajaran. Mari kita simak bagaimana Sāriputta membangun argumennya dan apa saja keunggulan yang ia paparkan.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sāriputta menyatakan keyakinannya yang mendalam kepada Buddha, bahwa tidak ada petapa atau brahmana lain yang lebih unggul dalam hal pencerahan sempurna. Buddha menantang dasar keyakinan ini, dan Sāriputta menjelaskan bahwa ia tidak mengetahui pikiran para Buddha, melainkan memahami hal ini melalui penalaran dari ajaran (dhammanvaya). Ia kemudian memaparkan berbagai keunggulan (ānuttariya) dalam ajaran Buddha, mulai dari kualitas-kualitas bermanfaat hingga kekuatan batin, dan menegaskan bahwa ajaran ini adalah yang tertinggi.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

dn28:17.1 And moreover, sir, how the Buddha teaches the knowledge of the death and rebirth of sentient beings is unsurpassable.

dn28:17.2 It’s when some ascetic or brahmin—by dint of keen, resolute, committed, and diligent effort, and right application of mind—experiences an immersion of the heart of such a kind that with clairvoyance that is purified and superhuman, they see sentient beings passing away and being reborn—

dn28:17.3 inferior and superior, beautiful and ugly, in a good place or a bad place. They understand how sentient beings pass on according to their deeds: ‘These dear beings did bad things by way of body, speech, and mind. They denounced the noble ones; they had wrong view; and they chose to act out of that wrong view. When their body broke up, after death, they were reborn in a place of loss, a bad place, the underworld, hell. These dear beings, however, did good things by way of body, speech, and mind. They never denounced the noble ones; they had right view; and they chose to act out of that right view. When their body broke up, after death, they were reborn in a good place, a heavenly realm.’ And so, with clairvoyance that is purified and superhuman, they see sentient beings passing away and being reborn—inferior and superior, beautiful and ugly, in a good place or a bad place. They understand how sentient beings pass on according to their deeds.

dn28:17.4 This is unsurpassable when it comes to the knowledge of death and rebirth.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.