dn18:14.1 Then the gods of the thirty-three, having considered and deliberated on the matter for which they were seated together in the Hall of Clear Right, advised and instructed the four great kings on the subject.
Janavasabha Sutta
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana ajaran Buddha tidak hanya untuk para bhikkhu, tetapi juga bagi umat awam yang hidup berkeyakinan dan bermoral. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menjawab keprihatinan Ānanda dan apa yang disampaikan oleh makhluk dari alam lain.
Di Nātika, Sang Buddha menjelaskan kelahiran kembali para umat awam di berbagai negeri. Ānanda prihatin karena nasib para umat Magadha, termasuk Raja Bimbisāra, belum dijelaskan. Setelah Ānanda menyampaikan hal ini, Sang Buddha merenungkan nasib mereka dan kemudian seorang yakkha bernama Janavasabha—yang ternyata adalah Raja Bimbisāra—muncul dan menyampaikan laporan tentang pertemuan para dewa Tāvatiṁsa, termasuk ajaran Brahmā Sanaṅkumāra tentang pencapaian spiritual dan nasib baik para umat Magadha.
dn18:14.1 Then the gods of the thirty-three, having considered and deliberated on the matter for which they were seated together in the Hall of Clear Right, advised and instructed the four great kings on the subject.
dn18:14.2 Each one, having been advised, stood at his own seat without leaving.
dn18:14.3 The Kings were instructed,
dn18:14.4 and heeded good advice.
dn18:14.5 With clear and peaceful minds,
dn18:14.6 they stood by their own seats.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.