‹
DN 18

Janavasabhasutta

Janavasabha Sutta

Dīgha Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

DN 18
Suasana ajaran · ilustrasi pendamping, bukan bagian dari teks kanonik
KENALI DUNIA DN 18

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana ajaran Buddha tidak hanya untuk para bhikkhu, tetapi juga bagi umat awam yang hidup berkeyakinan dan bermoral. Mari kita simak bagaimana Sang Buddha menjawab keprihatinan Ānanda dan apa yang disampaikan oleh makhluk dari alam lain.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Di Nātika, Sang Buddha menjelaskan kelahiran kembali para umat awam di berbagai negeri. Ānanda prihatin karena nasib para umat Magadha, termasuk Raja Bimbisāra, belum dijelaskan. Setelah Ānanda menyampaikan hal ini, Sang Buddha merenungkan nasib mereka dan kemudian seorang yakkha bernama Janavasabha—yang ternyata adalah Raja Bimbisāra—muncul dan menyampaikan laporan tentang pertemuan para dewa Tāvatiṁsa, termasuk ajaran Brahmā Sanaṅkumāra tentang pencapaian spiritual dan nasib baik para umat Magadha.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

dn18:1.0 1. Declaring the Rebirths of People From Ñātika and Elsewhere

dn18:1.2 At one time the Buddha was staying at Ñātika in the brick house.

dn18:1.3 Now at that time the Buddha was explaining the rebirths of devotees all over the nations; the Kāsis and Kosalans, Vajjis and Mallas, Cetīs and Vacchas, Kurus and Pañcālas, Macchas and Sūrasenas:

dn18:1.4 “This one was reborn here, while that one was reborn there.

dn18:1.5 Over fifty devotees in Ñātika have passed away having ended the five lower fetters. They’ve been reborn spontaneously, and will be extinguished there, not liable to return from that world.

dn18:1.6 More than ninety devotees in Ñātika have passed away having ended three fetters, and weakened greed, hate, and delusion. They’re once-returners, who will come back to this world once only, then make an end of suffering.

dn18:1.7 More than five hundred devotees in Ñātika have passed away having ended three fetters. They’re stream-enterers, not liable to be reborn in the underworld, assured, destined for awakening.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.