Tattha yaṁ jaññā puggalaṁ:
Akan tetapi, jika engkau mengetahui seseorang:
Whereas, should you know of an individual:
Sevanāsutta
Sutta ini mengajak kita merenungkan kriteria dalam memilih hal-hal yang kita gunakan dan orang-orang yang kita dekati. Sāriputta memberikan kerangka yang sangat praktis dan jelas, berpusat pada dampak batiniah, bukan sekadar kenyamanan lahiriah.
Yang Mulia Sāriputta mengajarkan para bhikkhu tentang pentingnya membedakan dua jenis dalam berbagai hal—individu, jubah, makanan, tempat tinggal, desa atau kota, hingga wilayah negeri—yakni yang sebaiknya digunakan atau didekati dan yang sebaiknya dihindari. Ukuran penilaiannya bukanlah kenyamanan atau kemudahan, melainkan dampaknya terhadap pertumbuhan kualitas-kualitas terampil dan kemunduran kualitas-kualitas tidak terampil dalam diri seorang praktisi. Sāriputta menekankan bahwa bahkan tujuan kehidupan pertapaan pun menjadi pertimbangan utama dalam menentukan sikap kita terhadap hal-hal tersebut.
Tattha yaṁ jaññā puggalaṁ:
Akan tetapi, jika engkau mengetahui seseorang:
Whereas, should you know of an individual:
‘imaṁ kho me puggalaṁ sevato akusalā dhammā parihāyanti, kusalā dhammā abhivaḍḍhanti;
‘Ketika aku bergaul dengan orang ini, kualitas-kualitas tidak terampil berkurang, dan kualitas-kualitas terampil bertambah.
‘When I associate with this individual, unskillful qualities decline, and skillful qualities grow.
ye ca kho me pabbajitena jīvitaparikkhārā samudānetabbā cīvarapiṇḍapātasenāsanagilānapaccayabhesajjaparikkhārā te ca appakasirena samudāgacchanti;
Dan kebutuhan hidup yang diperlukan seorang pertapa—jubah, makanan, tempat tinggal, serta obat-obatan dan perlengkapan bagi yang sakit—mudah diperoleh.
And the necessities of life that a renunciate requires—robes, almsfood, lodgings, and medicines and supplies for the sick—are easy to come by.
yassa camhi atthāya agārasmā anagāriyaṁ pabbajito so ca me sāmaññattho bhāvanāpāripūriṁ gacchatī’ti, tenāvuso, puggalena so puggalo yāvajīvaṁ anubandhitabbo na pakkamitabbaṁ api panujjamānena.
Dan tujuan kehidupan pertapaan yang karenanya aku meninggalkan kehidupan berumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah berkembang sepenuhnya.’ Dalam hal ini, Saudara, engkau harus mengikuti orang itu seumur hidupmu. Engkau tidak boleh meninggalkannya, bahkan jika ia menyuruhmu pergi.
And the goal of the ascetic life for which I went forth from the lay life to homelessness is being fully developed.’ In this case you should follow that individual. You shouldn’t leave them, even if they send you away.
‘Puggalopi, āvuso, duvidhena veditabbo—
‘Saudara-saudara, seseorang harus dipahami dalam dua cara—
‘You should distinguish two kinds of individual:
sevitabbopi asevitabbopī’ti,
mereka yang sebaiknya digauli dan mereka yang tidak sebaiknya digauli.’
those you should associate with, and those you shouldn’t associate with.’
iti yaṁ taṁ vuttaṁ, idametaṁ paṭicca vuttaṁ.
Demikianlah yang Kukatakan, dan karena itulah Aku mengatakannya.
That’s what I said, and this is why I said it.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.