‘Sambādhe gataṁ okāsaṁ,
‘Di tengah kesempitan, telah ditemukan celah
‘The opening amid confinement
Sutta tentang Kesempitan
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kebahagiaan meditasi sekalipun masih bisa menjadi 'sempit' jika masih ada keterikatan. Mari kita simak penjelasan Ānanda tentang tingkatan-tingkatan pencapaian batin hingga mencapai kebebasan sejati.
Yang Mulia Udāyī bertanya kepada Yang Mulia Ānanda tentang makna syair seorang deva yang menyebut 'celah di tengah kesempitan'. Ānanda menjelaskan bahwa kesempitan adalah lima kenikmatan indria, dan celah itu adalah pencapaian bertahap melalui jhāna hingga lenyapnya persepsi dan perasaan, yang merupakan pembebasan sejati.
‘Sambādhe gataṁ okāsaṁ,
‘Di tengah kesempitan, telah ditemukan celah
‘The opening amid confinement
Avidvā bhūrimedhaso;
oleh Sang Buddha yang memiliki kebijaksanaan luas;
was discovered by the Buddha of vast intelligence,
Yo jhānamabujjhi buddho,
Sang Buddha yang telah memahami jhāna,
who awakened to absorption,
Paṭilīnanisabho munī’ti.
sang petapa, banteng pemimpin yang menyendiri.’
the sage, the solitary boss bull.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.