an9.42:2.1 ‘Di tengah kesempitan, telah ditemukan celah
an9.42:2.2 oleh Sang Buddha yang memiliki kebijaksanaan luas;
an9.42:2.3 Sang Buddha yang telah memahami jhāna,
an9.42:2.4 sang petapa, banteng pemimpin yang menyendiri.’
Sutta tentang Kesempitan
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kebahagiaan meditasi sekalipun masih bisa menjadi 'sempit' jika masih ada keterikatan. Mari kita simak penjelasan Ānanda tentang tingkatan-tingkatan pencapaian batin hingga mencapai kebebasan sejati.
Yang Mulia Udāyī bertanya kepada Yang Mulia Ānanda tentang makna syair seorang deva yang menyebut 'celah di tengah kesempitan'. Ānanda menjelaskan bahwa kesempitan adalah lima kenikmatan indria, dan celah itu adalah pencapaian bertahap melalui jhāna hingga lenyapnya persepsi dan perasaan, yang merupakan pembebasan sejati.
an9.42:2.1 ‘Di tengah kesempitan, telah ditemukan celah
an9.42:2.2 oleh Sang Buddha yang memiliki kebijaksanaan luas;
an9.42:2.3 Sang Buddha yang telah memahami jhāna,
an9.42:2.4 sang petapa, banteng pemimpin yang menyendiri.’
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.