‹
AN 9.41

Tapussasutta

Khotbah dengan Perumah Tangga Tapussa

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 9.41

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan bahwa perjalanan spiritual tidak selalu mudah, bahkan bagi Sang Buddha sendiri. Mari kita simak bagaimana Beliau menggambarkan proses bertahap dalam menenangkan pikiran, yang mungkin relevan bagi kita yang juga merasa berat untuk melepaskan keterikatan.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Perumah tangga Tapussa mengungkapkan kepada Ānanda bahwa pelepasan keduniawian terasa seperti jurang bagi para umat awam yang menikmati kenikmatan indria. Sang Buddha kemudian menjelaskan bahwa bahkan sebelum pencerahan, Beliau sendiri juga mengalami kesulitan untuk sepenuhnya menerima pelepasan. Melalui pengalaman pribadi-Nya, Sang Buddha menunjukkan bahwa dengan melihat bahaya dalam kenikmatan indria dan manfaat pelepasan, serta dengan berlatih secara bertahap melalui sembilan pencapaian meditatif, pikiran dapat menjadi mantap dalam kedamaian.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an9.41:14.2 ‘Bagaimana jika aku, dengan sepenuhnya melampaui landasan kekosongan, masuk dan berdiam dalam landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi?’

an9.41:14.3 Tetapi, Ānanda, pikiranku tidak melompat, tidak menjadi yakin, tidak mantap, dan tidak terbebaskan dalam landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi, karena aku tidak melihatnya sebagai kedamaian.

an9.41:14.5 ‘Apakah sebab, apakah alasan, mengapa pikiranku tidak melompat maju, tidak memperoleh keyakinan, tidak mantap, dan tidak terbebaskan dalam landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi, padahal aku melihatnya sebagai damai’?

an9.41:14.7 ‘Aku belum melihat kekurangan dalam landasan kekosongan, dan karena itu aku belum mengembangkannya. Aku belum merealisasi manfaat landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi, dan karena itu aku belum melatihnya.

an9.41:14.8 Itulah sebabnya pikiranku tidak melompat maju, tidak memperoleh keyakinan, tidak mantap, dan tidak terbebaskan dalam landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi, dan aku tidak melihatnya sebagai damai.’

an9.41:14.10 ‘Seandainya aku, setelah melihat kekurangan dalam landasan kekosongan, mengembangkannya, dan setelah merealisasi manfaat landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi, melatihnya, maka adalah mungkin bahwa pikiranku akan melompat maju, memperoleh keyakinan, mantap, dan terbebaskan dalam landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi, dan aku akan melihatnya sebagai damai.’

an9.41:14.11 Maka, Ānanda, setelah beberapa waktu, aku melihat kekurangan dalam landasan kekosongan dan mengembangkannya, dan aku merealisasi manfaat landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi dan melatihnya.

an9.41:14.12 Kemudian, Ānanda, pikiranku melompat maju, memperoleh keyakinan, mantap, dan terbebaskan dalam landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi. Aku melihatnya sebagai damai.

an9.41:14.13 Maka, Ānanda, dengan sepenuhnya melampaui landasan kekosongan, aku masuk dan berdiam dalam landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi.

an9.41:14.14 Ketika aku, Ānanda, berdiam dalam meditasi ini, persepsi dan perhatian yang disertai landasan kekosongan muncul padaku. Itu adalah suatu penyakit bagiku.

an9.41:14.15 Bagaikan, Ānanda, jika seseorang yang bahagia mengalami penderitaan, itu hanyalah penyakit baginya;

an9.41:14.16 demikian pula, ketika persepsi dan perhatian yang disertai landasan kekosongan muncul padaku, itu adalah suatu penyakit bagiku.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.