an9.34:10.1 Puna caparaṁ, āvuso, bhikkhu sabbaso nevasaññānāsaññāyatanaṁ samatikkamma saññāvedayitanirodhaṁ upasampajja viharati, paññāya cassa disvā āsavā parikkhīṇā honti.
Kebahagiaan Nibbāna
Dalam sutta ini, Sāriputta mengajak kita merenungkan makna kebahagiaan sejati. Mari kita simak bagaimana ia menjelaskan paradoks bahwa kebahagiaan tertinggi justru ketika tidak ada lagi yang dirasakan.
Yang Mulia Sāriputta menyatakan bahwa Nibbāna adalah kebahagiaan, dan ketika ditanya oleh Yang Mulia Udāyī bagaimana bisa demikian karena tidak ada perasaan di sana, ia menjelaskan bahwa justru ketiadaan perasaan itulah kebahagiaan sejati. Ia menguraikan secara bertahap bagaimana setiap tingkat pencapaian meditasi, dari jhāna pertama hingga lenyapnya persepsi dan perasaan, masih mengandung 'penyakit' berupa munculnya persepsi yang lebih rendah, sehingga kebahagiaan tertinggi adalah ketika tidak ada lagi yang dirasakan.
an9.34:10.1 Puna caparaṁ, āvuso, bhikkhu sabbaso nevasaññānāsaññāyatanaṁ samatikkamma saññāvedayitanirodhaṁ upasampajja viharati, paññāya cassa disvā āsavā parikkhīṇā honti.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.