Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 9.34
Kenali dunia dalam sutta ini
Dalam sutta ini, Sāriputta mengajak kita merenungkan makna kebahagiaan sejati. Mari kita simak bagaimana ia menjelaskan paradoks bahwa kebahagiaan tertinggi justru ketika tidak ada lagi yang dirasakan.
Yang Mulia Sāriputta menyatakan bahwa Nibbāna adalah kebahagiaan, dan ketika ditanya oleh Yang Mulia Udāyī bagaimana bisa demikian karena tidak ada perasaan di sana, ia menjelaskan bahwa justru ketiadaan perasaan itulah kebahagiaan sejati. Ia menguraikan secara bertahap bagaimana setiap tingkat pencapaian meditasi, dari jhāna pertama hingga lenyapnya persepsi dan perasaan, masih mengandung 'penyakit' berupa munculnya persepsi yang lebih rendah, sehingga kebahagiaan tertinggi adalah ketika tidak ada lagi yang dirasakan.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an9.34:9.1 Furthermore, take a mendicant who, going totally beyond the dimension of nothingness, enters and remains in the dimension of neither perception nor non-perception.
an9.34:9.2 While a mendicant is practicing such a meditation, if perception and focus accompanied by the dimension of nothingness beset them, that’s an affliction for them.
an9.34:9.3 Suppose a happy person were to experience pain; that would be an affliction for them.
an9.34:9.4 In the same way, should perception and focus accompanied by the dimension of nothingness beset them, that’s an affliction for them.
an9.34:9.5 And affliction has been called suffering by the Buddha.
an9.34:9.6 That too is a way to understand how extinguishment is bliss.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.