‹
AN 9.26

Silāyūpasutta

Khotbah tentang Perumpamaan Tiang Batu

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 9.26

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini menyajikan sebuah dialog korektif yang menarik antara dua murid utama Buddha. Perhatikan baik-baik perbedaan halus yang ditekankan Sāriputta, dan renungkan bagaimana perumpamaan tiang batu menggambarkan kualitas kebebasan batin yang sesungguhnya.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Dalam sutta ini, Yang Mulia Candikāputta menyampaikan kepada para bhikkhu bahwa Devadatta mengajarkan tentang seorang bhikkhu yang pikirannya terkonsentrasi dengan baik berhak menyatakan telah mencapai pencerahan. Yang Mulia Sāriputta mengoreksinya, menjelaskan bahwa ajaran Devadatta yang sebenarnya menekankan pada pikiran yang 'terkonsolidasi dengan baik' (suparicita), bukan sekadar 'terkonsentrasi' (cita). Sāriputta kemudian menguraikan makna 'terkonsolidasi dengan baik' melalui sembilan pengetahuan batin dan menggunakan perumpamaan tiang batu yang tertanam kokoh untuk menggambarkan kekokohan batin seorang yang telah terbebaskan.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an9.26:6.1

Seyyathāpi, āvuso, silāyūpo soḷasakukkuko.

Misalkan, sahabat, ada sebuah tiang batu setinggi enam belas hasta.

Suppose there was a stone post, sixteen feet long.

an9.26:6.2

Tassassu aṭṭha kukkū heṭṭhā nemaṅgamā, aṭṭha kukkū upari nemassa.

Delapan hasta tertanam di dalam tanah, dan delapan hasta berada di atas permukaan tanah.

Eight feet were buried underground, and eight above ground.

an9.26:6.3

Atha puratthimāya cepi disāya āgaccheyya bhusā vātavuṭṭhi, neva naṁ saṅkampeyya na sampavedheyya;

Kemudian, jika dari arah timur datang badai angin yang dahsyat, tiang itu tidak akan bergoyang atau bergetar;

And violent storms were to blow up out of the east, the west, the north, and the south.

an9.26:6.4

atha pacchimāya …

jika dari arah barat …

an9.26:6.5

atha uttarāya …

jika dari arah utara …

an9.26:6.6

atha dakkhiṇāya cepi disāya āgaccheyya bhusā vātavuṭṭhi, neva naṁ saṅkampeyya na sampavedheyya.

jika dari arah selatan datang badai angin yang dahsyat, tiang itu tidak akan bergoyang atau bergetar.

They couldn’t make it tremor and tremble and quake.

an9.26:6.7

Taṁ kissa hetu?

Apakah sebabnya?

Why is that?

an9.26:6.8

Gambhīrattā, āvuso, nemassa, sunikhātattā silāyūpassa.

Karena, sahabat, tiang batu itu tertanam dalam, dengan fondasi yang kokoh.

It’s because that stone post is firmly embedded, with deep foundations.

an9.26:6.9

Evamevaṁ kho, āvuso, sammā vimuttacittassa bhikkhuno bhusā cepi cakkhuviññeyyā rūpā cakkhussa āpāthaṁ āgacchanti, nevassa cittaṁ pariyādiyanti;

Demikian pula, sahabat, ketika seorang bhikkhu telah terbebaskan dengan benar seperti ini, bahkan jika objek-objek penglihatan yang kuat dan menarik datang ke dalam jangkauan mata, objek-objek itu tidak menguasai pikirannya;

In the same way, when a mendicant’s mind is rightly freed like this, even if compelling sights come into the range of vision they don’t occupy their mind.

an9.26:6.10

amissīkatamevassa cittaṁ hoti ṭhitaṁ āneñjappattaṁ, vayaṁ cassānupassati.

pikirannya tetap tidak ternoda, kokoh, mencapai ketidakbergetaran, dan ia mengamati kemunculan serta kelenyapannya.

Their mind is quite untainted. It is steady, imperturbable, observing disappearance.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.