Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 9.26
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini menyajikan sebuah dialog korektif yang menarik antara dua murid utama Buddha. Perhatikan baik-baik perbedaan halus yang ditekankan Sāriputta, dan renungkan bagaimana perumpamaan tiang batu menggambarkan kualitas kebebasan batin yang sesungguhnya.
Dalam sutta ini, Yang Mulia Candikāputta menyampaikan kepada para bhikkhu bahwa Devadatta mengajarkan tentang seorang bhikkhu yang pikirannya terkonsentrasi dengan baik berhak menyatakan telah mencapai pencerahan. Yang Mulia Sāriputta mengoreksinya, menjelaskan bahwa ajaran Devadatta yang sebenarnya menekankan pada pikiran yang 'terkonsolidasi dengan baik' (suparicita), bukan sekadar 'terkonsentrasi' (cita). Sāriputta kemudian menguraikan makna 'terkonsolidasi dengan baik' melalui sembilan pengetahuan batin dan menggunakan perumpamaan tiang batu yang tertanam kokoh untuk menggambarkan kekokohan batin seorang yang telah terbebaskan.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an9.26:6.8 It’s because that stone post is firmly embedded, with deep foundations.
an9.26:6.9 In the same way, when a mendicant’s mind is rightly freed like this, even if compelling sights come into the range of vision they don’t occupy their mind.
an9.26:6.10 Their mind is quite untainted. It is steady, imperturbable, observing disappearance.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 9.26 · Khotbah tentang Perumpamaan Tiang Batu | Tiga Keranjang