an9.13:7.1 “Kiṁ nu kho, āvuso sāriputta, ‘yaṁ kammaṁ bahuvedanīyaṁ, taṁ me kammaṁ appavedanīyaṁ hotū’ti, etassa atthāya bhagavati brahmacariyaṁ vussatī”ti?
an9.13:7.2 “No hidaṁ, āvuso”.
Khotthika
Dalam sutta ini, kita akan menyaksikan dialog yang menggugah antara dua murid utama Buddha. Perhatikan bagaimana Sāriputta dengan sabar menolak semua tujuan yang diajukan Mahākoṭṭhika, sebelum akhirnya mengungkapkan tujuan yang sesungguhnya.
Yang Mulia Mahākoṭṭhika bertanya kepada Yang Mulia Sāriputta tentang tujuan kehidupan suci di bawah Buddha. Ia mengajukan serangkaian pertanyaan tentang kamma, semuanya ditolak oleh Sāriputta. Sāriputta kemudian menjelaskan bahwa kehidupan suci dijalankan bukan untuk mengubah cara kamma dialami, melainkan untuk mengetahui, melihat, mencapai, merealisasikan, dan memahami Empat Kebenaran Mulia yang belum diketahui.
an9.13:7.1 “Kiṁ nu kho, āvuso sāriputta, ‘yaṁ kammaṁ bahuvedanīyaṁ, taṁ me kammaṁ appavedanīyaṁ hotū’ti, etassa atthāya bhagavati brahmacariyaṁ vussatī”ti?
an9.13:7.2 “No hidaṁ, āvuso”.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.