‹
AN 8.70

Bhūmicālasutta

Sutta tentang Gempa Bumi

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 8.70

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengisahkan momen krusial menjelang parinibbāna Buddha, dengan latar yang tenang namun sarat makna. Perhatikan bagaimana isyarat halus Buddha tidak ditangkap Ānanda, dan bagaimana Māra memanfaatkan kesempatan itu. Renungkan juga daftar delapan sebab gempa bumi sebagai cara memahami peristiwa kosmik dan spiritual dalam perspektif Buddhis.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Di Vesālī, Sang Buddha memberi isyarat berulang kali kepada Ānanda bahwa Beliau telah menguasai empat landasan kekuatan batin dan dapat hidup lebih lama, namun Ānanda tidak menangkap maksudnya. Setelah Ānanda pergi, Māra datang dan membujuk Buddha untuk segera parinibbāna, dan Buddha pun melepaskan kehendak untuk hidup, menyebabkan gempa bumi dahsyat. Buddha kemudian menjelaskan kepada Ānanda delapan sebab terjadinya gempa bumi besar, termasuk peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan seorang Buddha.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an8.70:20.1

Puna caparaṁ, ānanda, yadā tathāgato sato sampajāno āyusaṅkhāraṁ ossajjati, tadāyaṁ pathavī kampati saṅkampati sampakampati sampavedhati.

Selanjutnya, Ānanda, ketika Tathāgata, dengan penuh kesadaran dan kewaspadaan, melepaskan kehendak untuk hidup, maka bumi ini berguncang, bergetar, dan bergejolak.

Furthermore, when the Realized One, mindful and aware, surrenders the life force, the earth shakes and rocks and trembles.

an8.70:20.2

Ayaṁ, ānanda, sattamo hetu, sattamo paccayo mahato bhūmicālassa pātubhāvāya.

Ini, Ānanda, adalah sebab ketujuh dan alasan ketujuh bagi munculnya gempa bumi yang dahsyat.

This is the seventh cause and reason for a great earthquake.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.