an8.51:9.1 Kemudian Yang Mulia Ānanda berpikir,
an8.51:9.2 “Sang Buddha tidak mengizinkan kaum perempuan untuk meninggalkan keduniawian.
an8.51:9.3 Bagaimana jika aku mencoba pendekatan lain kepada Sang Bhagavā?”
an8.51:9.4 Kemudian Yang Mulia Ānanda berkata kepada Sang Buddha,
an8.51:9.5 “Bhante, mampukah seorang perempuan, setelah meninggalkan keduniawian dalam Dhamma dan Vinaya yang dinyatakan oleh Tathāgata, merealisasi buah kesucian pemasuk-arus, yang-kembali-sekali, yang-tidak-kembali, atau kesempurnaan?”
an8.51:9.6 “Ia mampu, Ānanda.”
an8.51:9.7 “Jika, Bhante, seorang perempuan mampu, setelah meninggalkan keduniawian dalam Dhamma dan Vinaya yang dinyatakan oleh Tathāgata, merealisasi buah kesucian pemasuk-arus, yang-kembali-sekali, yang-tidak-kembali, atau kesempurnaan;
an8.51:9.8 Mahāpajāpatī Gotamī, Bhante, telah sangat membantu Sang Bhagavā. Sebagai bibi dari pihak ibu, ia mengasuh, merawat, dan memberikan air susunya.
an8.51:9.9 Ketika ibu kandung Sang Bhagavā wafat, ia menyusui Beliau dengan air susunya sendiri.
an8.51:9.10 Baiklah, Bhante, sudilah kiranya kaum perempuan diperbolehkan meninggalkan keduniawian menuju kehidupan tanpa rumah dalam Dhamma dan Vinaya yang dinyatakan oleh Tathāgata.”


