an7.70:4.1 “Di sini, Bhante, ketika aku sedang sendirian dan dalam keterasingan, muncul dalam pikiranku pemikiran ini:
an7.70:4.2 ‘Dengan menghormati dan menghargai serta bergantung pada apakah seorang bhikkhu dapat meninggalkan yang tidak bermanfaat dan mengembangkan yang bermanfaat?’
an7.70:4.3 Kemudian, Bhante, muncul dalam pikiranku:
an7.70:4.4 ‘Dengan menghormati dan menghargai serta bergantung pada Sang Guru, seorang bhikkhu dapat meninggalkan yang tidak bermanfaat dan mengembangkan yang bermanfaat.
an7.70:4.5 Dengan menghormati dan menghargai serta bergantung pada Dhamma …
an7.70:4.6 Dengan menghormati dan menghargai serta bergantung pada keramahan …
an7.70:4.7 … ia dapat mengembangkan yang bermanfaat.’
an7.70:4.8 Kemudian, Bhante, muncul dalam pikiranku:
an7.70:4.9 ‘Kualitas-kualitas ini murni dan bersih dalam diriku. Mengapa aku tidak pergi dan memberitahukannya kepada Sang Buddha?
an7.70:4.10 Maka kualitas-kualitas ini tidak hanya akan menjadi murni dalam diriku, tetapi juga akan lebih dikenal sebagai yang murni.
an7.70:4.11 Seperti halnya seseorang yang memperoleh sebatang emas murni yang bersih.
an7.70:4.12 Ia akan berpikir:
an7.70:4.13 ‘Emas ini murni dan bersih dalam kepemilikanku. Mengapa aku tidak pergi dan menunjukkannya kepada para pandai emas?
an7.70:4.14 Maka emas ini, setelah dibawa ke pandai emas, tidak hanya akan menjadi murni, tetapi juga akan lebih dikenal sebagai yang murni.’
an7.70:4.15 Demikian pula, kualitas-kualitas ini murni dan bersih dalam diriku. Mengapa aku tidak pergi dan memberitahukannya kepada Sang Buddha?
an7.70:4.16 Maka kualitas-kualitas ini tidak hanya akan menjadi murni dalam diriku, tetapi juga akan lebih dikenal sebagai yang murni.’”

