an7.52:12.1 “Di sini, Sāriputta, seseorang yang memberi dana bukan karena mengharapkan sesuatu,
an7.52:12.2 memberi dana dengan pikiran tidak terikat;
an7.52:12.3 memberi dana bukan demi menimbun;
an7.52:12.4 memberi dana bukan dengan pikiran ‘setelah meninggal aku akan menikmati ini’;
an7.52:12.5 juga bukan memberi dana karena berpikir ‘memberi adalah baik’;
an7.52:12.6 juga bukan memberi dana karena berpikir ‘dulu ayah dan kakekku telah memberi dan melakukan ini; aku tidak layak meninggalkan tradisi keluarga yang lama’;
an7.52:12.7 juga bukan memberi dana karena berpikir ‘aku memasak, mereka tidak memasak; aku yang memasak tidak layak untuk tidak memberi kepada mereka yang tidak memasak’;
an7.52:12.8 juga bukan memberi dana karena berpikir ‘sebagaimana para resi zaman dahulu melakukan pengorbanan besar, yaitu—
an7.52:12.9 Atthaka, Vāmaka, Vāmadeva, Vessāmitta, Yamadaggi, Aṅgīrasa, Bhāradvāja, Vāseṭṭha, Kassapa, dan Bhagu—demikianlah pembagian dana ini akan menjadi milikku’;
an7.52:12.10 juga bukan memberi dana karena berpikir ‘ketika aku memberi dana ini, pikiranku menjadi jernih, timbul kepuasan dan kegembiraan’;
an7.52:12.11 melainkan memberi dana dengan pikiran, ‘ini adalah hiasan dan perlengkapan bagi pikiran’.
an7.52:12.12 Setelah memberi dana itu, setelah kematian, saat hancurnya jasmani, ia terlahir di tengah para dewa golongan Brahmā.
an7.52:12.13 Setelah perbuatan itu, kekuatan batin itu, kemasyhuran itu, dan kekuasaan itu habis, ia menjadi seorang yang tidak kembali lagi; ia tidak kembali ke alam ini.

