Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 7.47
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan ulang makna 'pengorbanan' dan 'api' dalam tradisi. Mari kita simak bagaimana Buddha mengubah perspektif brahmana dari ritual lahiriah menuju tanggung jawab batin dan sosial.
Brahmana Uggatasarīra mendatangi Buddha untuk membenarkan rencana pengorbanan besarnya. Buddha mengajarkan bahwa sebelum api pengorbanan dinyalakan, seseorang telah menegakkan tiga 'pisau' tidak terampil—pikiran, ucapan, dan tindakan—yang justru membawa penderitaan. Buddha kemudian mengalihkan makna 'api' dari ritual fisik menjadi tiga api batin yang harus dipadamkan (nafsu, kebencian, delusi) dan tiga api yang harus dirawat: orang tua, keluarga, dan para petapa. Brahmana itu akhirnya melepaskan semua hewan kurban dan berlindung kepada Buddha.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an7.47:17.3 From this day forth, may the worthy Gotama remember me as a lay follower who has gone for refuge for life.
an7.47:17.4 Worthy Gotama, I now set free these five hundred bulls, five hundred bullocks, five hundred heifers, five hundred goats, and five hundred rams. I give them life!
an7.47:17.5 May they eat grass and drink cool water and enjoy a cool breeze!”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.