‹
AN 7.42

Paṭhamaniddasasutta

Sutta tentang Kelulusan (1)

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 7.42

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan ukuran kemajuan spiritual. Mari kita simak bagaimana Buddha meluruskan pandangan yang mengukur pencapaian hanya dari lamanya waktu, dan menggantinya dengan kualitas batin yang mendalam.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sāriputta mendengar para pengembara agama lain menyatakan bahwa seseorang yang menjalani kehidupan suci selama dua belas tahun layak disebut 'bhikkhu yang telah selesai' (niddaso). Ia tidak menyetujui maupun menolak, lalu menanyakan hal ini kepada Buddha. Buddha menjelaskan bahwa kelulusan tidak ditentukan oleh lamanya tahun, melainkan oleh tujuh kualitas batin yang disebut 'tujuh landasan kelulusan' (niddasavatthūni).

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.

an7.42:1.1 Then Venerable Sāriputta robed up in the morning and, taking his bowl and robe, entered Sāvatthī for alms.

an7.42:1.3 “It’s too early to wander for alms in Sāvatthī.

an7.42:1.4 Why don’t I visit the monastery for the wanderers of other religions?”

an7.42:1.5 Then he went to the monastery for the wanderers of other religions and exchanged greetings with the wanderers there.

an7.42:1.6 When the greetings and polite conversation were over, he sat down to one side.

an7.42:1.7 Now at that time while those wanderers of other religions were sitting together this discussion came up among them,

an7.42:1.8 “Reverends, anyone who lives the full and pure spiritual life for twelve years is qualified to be called a ‘graduate mendicant’.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.