Evaṁ me sutaṁ—
Demikianlah yang kudengar:
So I have heard.
Sutta Pengetahuan tentang Indria-Indria Manusia
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana Sang Buddha memahami jalan hidup setiap makhluk. Mari kita simak bagaimana Beliau menguraikan enam tipe individu dan apa artinya bagi pemahaman kita tentang potensi batin manusia.
Saat Sang Buddha sedang berkelana di negeri Kosala, Yang Mulia Ānanda ditanya oleh seorang bhikkhu tentang pernyataan Buddha bahwa Devadatta akan terlahir di neraka. Buddha menegaskan bahwa pernyataan itu dibuat setelah mempertimbangkan dengan matang, dan kemudian menjelaskan secara rinci tentang pengetahuan Tathāgata mengenai indria-indria manusia, yaitu kemampuan untuk memahami kualitas batin seseorang dan bagaimana kualitas itu akan berkembang di masa depan.
Evaṁ me sutaṁ—
Demikianlah yang kudengar:
So I have heard.
ekaṁ samayaṁ bhagavā kosalesu cārikaṁ caramāno mahatā bhikkhusaṅghena saddhiṁ yena daṇḍakappakaṁ nāma kosalānaṁ nigamo tadavasari.
Pada suatu ketika, Sang Bhagavā sedang berkelana di negeri Kosala bersama dengan sejumlah besar Saṅgha para bhikkhu, dan tiba di sebuah kota di negeri Kosala bernama Daṇḍakappaka.
At one time the Buddha was wandering in the land of the Kosalans together with a large Saṅgha of mendicants when he arrived at a town of the Kosalans named Daṇḍakappaka.
Atha kho bhagavā maggā okkamma aññatarasmiṁ rukkhamūle paññatte āsane nisīdi.
Kemudian Sang Bhagavā turun dari jalan dan duduk di bawah sebatang pohon di tempat duduk yang telah disiapkan.
The Buddha left the road and sat at the root of a tree on the seat spread out.
Te ca bhikkhū daṇḍakappakaṁ pavisiṁsu āvasathaṁ pariyesituṁ.
Para bhikkhu itu memasuki Daṇḍakappaka untuk mencari tempat tinggal.
The mendicants entered Daṇḍakappaka to look for a guest house.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.