an6.56:5.1 The winds slicing my belly are so severe, like a deft butcher or their apprentice were slicing open a cow’s belly with a sharp meat cleaver.
an6.56:5.2 I’m not keeping well.
Sutta tentang Phagguna
Sutta ini diawali dengan kisah menyentuh tentang seorang bhikkhu yang sakit dan dikunjungi oleh Buddha. Perhatikan bagaimana kisah ini menjadi landasan bagi ajaran tentang pentingnya momen dan kesempatan untuk mendengarkan Dhamma, terutama di saat-saat akhir kehidupan.
Yang Mulia Phagguna sakit parah. Atas permintaan Ānanda, Buddha menjenguknya dan memberi khotbah Dhamma. Tidak lama setelah Buddha pergi, Phagguna wafat dengan indria yang jernih. Buddha kemudian menjelaskan kepada Ānanda bahwa Phagguna mencapai pembebasan dari lima belenggu rendah setelah mendengar khotbah tersebut, dan menguraikan enam manfaat mendengarkan Dhamma serta merenungkan maknanya pada waktu yang tepat.
an6.56:5.1 The winds slicing my belly are so severe, like a deft butcher or their apprentice were slicing open a cow’s belly with a sharp meat cleaver.
an6.56:5.2 I’m not keeping well.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.