an6.44:11.1 Idha panānanda, ekaccassa puggalassa kodhamāno adhigato hoti, samayena samayañcassa lobhadhammā uppajjanti.
Khotbah dengan Migasālā
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kita sering kali terlalu cepat menilai orang lain berdasarkan penampilan atau perilaku lahiriah. Mari kita simak bagaimana Buddha meluruskan pandangan ini dengan penjelasan yang mendalam tentang kompleksitas penilaian spiritual.
Umat awam Migasālā bingung karena ayahnya yang hidup selibat dan pamannya yang tidak selibat sama-sama dinyatakan Buddha terlahir di alam Tusita sebagai sakadāgāmī. Ia bertanya kepada Ānanda, yang kemudian menyampaikan kebingungan ini kepada Buddha. Buddha menjelaskan bahwa menilai kualitas spiritual seseorang tidak bisa dilakukan dari penampilan lahiriah saja, melainkan memerlukan pengetahuan mendalam tentang enam jenis individu yang hanya dimiliki oleh para Tathāgata.
an6.44:11.1 Idha panānanda, ekaccassa puggalassa kodhamāno adhigato hoti, samayena samayañcassa lobhadhammā uppajjanti.
an6.44:11.2 Tassa savanenapi kataṁ hoti …pe…
an6.44:11.3 no hānagāmī.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.