an5.180:5.1 Kemudian, Ānanda, Gavesī si upāsaka mendatangi lima ratus upāsaka itu; setelah mendatangi, ia berkata kepada lima ratus upāsaka itu:
an5.180:5.2 ‘Mulai hari ini, sudilah para mulia mengingatku sebagai seorang yang menjalani kehidupan suci, yang menjauh, yang menghindari perbuatan seksual yang merupakan cara duniawi.’
an5.180:5.3 Kemudian, Ānanda, lima ratus upāsaka itu berpikir:
an5.180:5.4 ‘Tuan Gavesī ini sangat bermanfaat bagi kami, ia pemimpin dan penggerak kami.
an5.180:5.5 Jika Tuan Gavesī saja akan menjalani kehidupan suci, menjauh, menghindari perbuatan seksual yang merupakan cara duniawi,
an5.180:5.6 apalagi kami ini?’
an5.180:5.7 Kemudian, Ānanda, lima ratus upāsaka itu mendatangi Gavesī si upāsaka; setelah mendatangi, mereka berkata kepada Gavesī si upāsaka:
an5.180:5.8 ‘Mulai hari ini, sudilah Tuan Gavesī mengingat lima ratus upāsaka ini sebagai orang-orang yang menjalani kehidupan suci, yang menjauh, yang menghindari perbuatan seksual yang merupakan cara duniawi.’
an5.180:5.9 Kemudian, Ānanda, umat awam Gavesī berpikir:
an5.180:5.10 ‘Aku ini sangat bermanfaat bagi lima ratus umat awam ini, sebagai pelopor dan penggerak mereka.
an5.180:5.11 Dan aku sendiri telah sempurna dalam hal moralitas.
an5.180:5.12 Lima ratus umat awam ini pun telah sempurna dalam hal moralitas.
an5.180:5.13 Dan aku sendiri menjalani kehidupan selibat, menjauhkan diri, berhenti dari perbuatan seksual yang merupakan perilaku duniawi.
an5.180:5.14 Lima ratus umat awam ini pun menjalani kehidupan selibat, menjauhkan diri, berhenti dari perbuatan seksual yang merupakan perilaku duniawi.
an5.180:5.15 Dengan demikian kita setara, tidak ada kelebihan apa pun padaku;
an5.180:5.16 maka marilah aku berbuat lebih baik lagi.’


