Tatra kho āyasmā sāriputto bhikkhū āmantesi:
Di sana Yang Mulia Sāriputta berkata kepada para bhikkhu:
There Venerable Sāriputta addressed the mendicants:
Sutta Diskusi
Sutta ini mengajak kita merenungkan makna dialog yang bermakna dalam kehidupan spiritual—bahwa berdialog bukan sekadar bertukar kata, melainkan berbagi pemahaman yang berakar pada praktik dan pencapaian nyata.
Yang Mulia Sāriputta menjelaskan kepada para bhikkhu tentang lima kualitas yang membuat seorang bhikkhu layak untuk berdialog dengan para sahabat suci. Kelima kualitas tersebut adalah kesempurnaan dalam moralitas, konsentrasi, kebijaksanaan, kebebasan, serta pengetahuan dan penglihatan kebebasan—baik dalam praktik pribadi maupun kemampuan menjawab pertanyaan tentang hal-hal tersebut.
Tatra kho āyasmā sāriputto bhikkhū āmantesi:
Di sana Yang Mulia Sāriputta berkata kepada para bhikkhu:
There Venerable Sāriputta addressed the mendicants:
“āvuso bhikkhave”ti.
“Teman-teman, para bhikkhu!”
“Reverends, mendicants!”
“Āvuso”ti kho te bhikkhū āyasmato sāriputtassa paccassosuṁ.
“Teman,” para bhikkhu itu menjawab Yang Mulia Sāriputta.
“Reverend,” they replied.
Āyasmā sāriputto etadavoca:
Yang Mulia Sāriputta berkata demikian:
Sāriputta said this:
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.