‹
AN 5.162

Dutiyaāghātapaṭivinayasutta

Sutta tentang Melenyapkan Kebencian (Ke Dua)

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 5.162

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini menawarkan panduan praktis yang sangat relevan untuk kehidupan sehari-hari. Mari kita simak bagaimana Sāriputta mengajarkan cara-cara cerdas untuk mengelola salah satu emosi yang paling menantang, yaitu kebencian, dengan menggunakan perumpamaan-perumpamaan yang mudah dipahami.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Yang Mulia Sāriputta mengajarkan lima cara untuk melenyapkan kebencian terhadap sesama bhikkhu. Cara yang dipilih bergantung pada kondisi orang yang memicu kebencian, mulai dari memusatkan perhatian pada sisi baiknya, hingga menumbuhkan belas kasih jika orang tersebut tampak sepenuhnya negatif. Sutta ini menggunakan perumpamaan-perumpamaan sederhana untuk mengilustrasikan bagaimana melatih pikiran agar tidak dikuasai oleh kebencian.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an5.162:4.1

Tatrāvuso, yvāyaṁ puggalo aparisuddhavacīsamācāro parisuddhakāyasamācāro, kathaṁ tasmiṁ puggale āghāto paṭivinetabbo?

Tetapi, teman-teman, bagaimana terhadap seseorang yang perilaku ucapannya tidak murni tetapi perilaku jasmaninya murni? Bagaimana kebencian terhadap orang itu harus dilenyapkan?

How should you get rid of resentment for an individual whose behavior by way of speech is impure, but whose behavior by way of body is pure?

an5.162:4.2

Seyyathāpi, āvuso, pokkharaṇī sevālapaṇakapariyonaddhā.

Misalnya, teman-teman, ada sebuah kolam teratai yang diselimuti lumut dan tumbuhan air.

Suppose there was a lotus pond enveloped with moss and aquatic plants.

an5.162:4.3

Atha puriso āgaccheyya ghammābhitatto ghammapareto kilanto tasito pipāsito.

Kemudian datanglah seseorang yang kepanasan, tersengat panas, lelah, haus, dan kehausan.

Then along comes a person struggling in the oppressive heat, weary, thirsty, and parched.

an5.162:4.4

So taṁ pokkharaṇiṁ ogāhetvā ubhohi hatthehi iticiti ca sevālapaṇakaṁ apaviyūhitvā añjalinā pivitvā pakkameyya.

Ia masuk ke kolam teratai itu, dengan kedua tangannya menyingkirkan lumut dan tumbuhan air ke sana ke mari, minum dengan kedua telapak tangannya, lalu pergi.

They’d plunge into the lotus pond, sweep apart the moss and aquatic plants, drink from their cupped hands, and be on their way.

an5.162:4.5

Evamevaṁ kho, āvuso, yvāyaṁ puggalo aparisuddhavacīsamācāro parisuddhakāyasamācāro, yāssa aparisuddhavacīsamācāratā na sāssa tasmiṁ samaye manasi kātabbā, yā ca khvassa parisuddhakāyasamācāratā sāssa tasmiṁ samaye manasi kātabbā.

Demikian pula, teman-teman, terhadap seseorang yang perilaku ucapannya tidak murni tetapi perilaku jasmaninya murni, ketidakmurnian perilaku ucapannya itu tidak perlu diperhatikan pada saat itu, sedangkan kemurnian perilaku jasmaninya itulah yang perlu diperhatikan pada saat itu.

In the same way, at that time you should ignore that individual’s impure behavior by way of speech and focus on their pure behavior by way of body.

an5.162:4.6

Evaṁ tasmiṁ puggale āghāto paṭivinetabbo.

Demikianlah kebencian terhadap orang itu harus dilenyapkan.

That’s how to get rid of resentment for that individual.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.