Tatra kho āyasmā sāriputto bhikkhū āmantesi:
Di sana Yang Mulia Sāriputta berkata kepada para bhikkhu:
There Venerable Sāriputta addressed the mendicants:
Sutta tentang Melenyapkan Kebencian (Ke Dua)
Sutta ini menawarkan panduan praktis yang sangat relevan untuk kehidupan sehari-hari. Mari kita simak bagaimana Sāriputta mengajarkan cara-cara cerdas untuk mengelola salah satu emosi yang paling menantang, yaitu kebencian, dengan menggunakan perumpamaan-perumpamaan yang mudah dipahami.
Yang Mulia Sāriputta mengajarkan lima cara untuk melenyapkan kebencian terhadap sesama bhikkhu. Cara yang dipilih bergantung pada kondisi orang yang memicu kebencian, mulai dari memusatkan perhatian pada sisi baiknya, hingga menumbuhkan belas kasih jika orang tersebut tampak sepenuhnya negatif. Sutta ini menggunakan perumpamaan-perumpamaan sederhana untuk mengilustrasikan bagaimana melatih pikiran agar tidak dikuasai oleh kebencian.
Tatra kho āyasmā sāriputto bhikkhū āmantesi:
Di sana Yang Mulia Sāriputta berkata kepada para bhikkhu:
There Venerable Sāriputta addressed the mendicants:
“āvuso bhikkhave”ti.
"Sahabat-sahabat, para bhikkhu!"
“Reverends, mendicants!”
“Āvuso”ti kho te bhikkhū āyasmato sāriputtassa paccassosuṁ.
"Sahabat," para bhikkhu itu menjawab Yang Mulia Sāriputta.
“Reverend,” they replied.
Āyasmā sāriputto etadavoca:
Yang Mulia Sāriputta berkata demikian:
Sāriputta said this:
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.