an5.132:1.1 “Pañcahi, bhikkhave, aṅgehi samannāgato rañño cakkavattissa jeṭṭho putto pitarā pavattitaṁ cakkaṁ dhammeneva anuppavatteti;
an5.132:1.2 taṁ hoti cakkaṁ appaṭivattiyaṁ kenaci manussabhūtena paccatthikena pāṇinā.
Dutiyacakkānuvattanasutta
Sutta ini menggunakan perumpamaan kerajaan untuk menunjukkan peran penting Sāriputta dalam melestarikan ajaran Buddha. Mari kita simak bagaimana lima kualitas ini dijelaskan dan mengapa hal itu menjadikan Sāriputta sebagai penerus yang tangguh.
Buddha menjelaskan bahwa seperti putra sulung raja pemutar roda yang memiliki lima kemampuan dapat melanjutkan pemerintahan ayahnya tanpa dapat diganggu oleh musuh, demikian pula Sāriputta yang memiliki lima kualitas yang sama dengan benar melanjutkan pemutaran Roda Dhamma yang telah diputar oleh Tathāgata, dan roda itu tidak dapat diputar balik oleh siapa pun di dunia.
an5.132:1.1 “Pañcahi, bhikkhave, aṅgehi samannāgato rañño cakkavattissa jeṭṭho putto pitarā pavattitaṁ cakkaṁ dhammeneva anuppavatteti;
an5.132:1.2 taṁ hoti cakkaṁ appaṭivattiyaṁ kenaci manussabhūtena paccatthikena pāṇinā.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.