Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 4.79
Kenali dunia dalam sutta ini
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana tindakan memberi—baik dalam hal ketulusan maupun kecukupan—dapat membawa akibat yang sepadan. Mari kita simak penjelasan Buddha tentang empat pola memberi dan akibatnya masing-masing.
Yang Mulia Sāriputta bertanya kepada Buddha mengapa usaha perniagaan yang sama bisa berakhir berbeda-beda bagi tiap orang: gagal, tidak sesuai harapan, sesuai harapan, atau melebihi harapan. Buddha menjelaskan bahwa perbedaan ini disebabkan oleh cara seseorang memberi saat diundang oleh petapa atau brahmana—apakah tidak memberi, memberi tidak sesuai harapan, memberi sesuai harapan, atau memberi melebihi harapan. Perilaku memberi ini membawa akibat yang sepadan dalam kehidupan berikutnya.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
Idha pana, sāriputta, ekacco samaṇaṁ vā brāhmaṇaṁ vā upasaṅkamitvā pavāreti: ‘vadatu, bhante, paccayenā’ti. So yena pavāreti taṁ na yathādhippāyaṁ deti.
Di sini, Sāriputta, seseorang mendatangi seorang petapa atau brahmana dan mengundangnya: 'Silakan, Bhante, sampaikan apa yang Anda butuhkan.' Ia memberikan apa yang diundangnya itu, tetapi tidak sesuai dengan harapan.
Take a case where someone goes to an ascetic or brahmin and invites them to ask for what they need. They give what’s requested, but don’t meet expectations.
So ce tato cuto itthattaṁ āgacchati, so yaññadeva vaṇijjaṁ payojeti, sāssa na hoti yathādhippāyā.
Jika setelah meninggal dunia dari kehidupan itu ia terlahir kembali di alam ini, usaha perniagaan apa pun yang ia jalankan tidak akan sesuai dengan harapan.
When they’ve passed away from that life, if they’re reborn in this place, whatever business they undertake doesn’t meet expectations.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
AN 4.79 · Sutta tentang Perniagaan | Tiga Keranjang