“Mā hevaṁ, āvuso”.
"Jangan katakan demikian, sahabat."
“Don’t put it like that, reverend.”
Dengan Mahākoṭṭhita
Sutta ini mengajak kita merenungkan batas-batas bahasa dan konsep dalam memahami realitas tertinggi. Perhatikan bagaimana Sāriputta dengan cermat menolak setiap jawaban yang diajukan, bukan karena ia tidak tahu, tetapi karena pertanyaan itu sendiri lahir dari kerangka berpikir yang terbatas.
Yang Mulia Mahākoṭṭhita bertanya kepada Yang Mulia Sāriputta tentang kondisi setelah enam bidang kontak lenyap tanpa sisa: apakah masih ada sesuatu, tidak ada, ada dan tidak ada, atau bukan ada maupun tidak ada. Sāriputta menolak keempat proposisi tersebut, menjelaskan bahwa semua pertanyaan itu adalah bentuk proliferasi konseptual (papañca). Ia menegaskan bahwa cakupan proliferasi sama dengan cakupan enam bidang kontak, dan ketika bidang-bidang kontak itu lenyap, proliferasi pun berhenti dan menjadi tenang.
“Mā hevaṁ, āvuso”.
"Jangan katakan demikian, sahabat."
“Don’t put it like that, reverend.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.