‹
AN 4.171

Cetanāsutta

Sutta Niat

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 4.171

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini mengajak kita merenungkan hubungan antara niat, tindakan, dan pengalaman batin, serta bagaimana hal itu berkaitan dengan kelahiran kembali. Perhatikan bagaimana Sang Buddha membuka dengan penjelasan tentang mekanisme suka-duka, lalu mengarah pada klasifikasi kelahiran, dan bagaimana Sāriputta membantu memperdalam pemahaman kita.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Sang Buddha menjelaskan bagaimana suka dan duka batin muncul bergantung pada kehendak (cetanā) yang melatari tindakan jasmani, lisan, dan mental, dengan ketidaktahuan (avijjā) sebagai akarnya. Beliau kemudian menguraikan empat jenis kelahiran kembali berdasarkan sumber kehendak yang berperan, dan diakhiri dengan penjelasan Sāriputta tentang nasib makhluk yang terlahir di alam tanpa persepsi maupun tanpa non-persepsi, serta faktor yang menentukan apakah mereka akan kembali atau tidak.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an4.171:9.1

Idha pana, sāriputta, ekaccassa puggalassa orambhāgiyāni saṁyojanāni pahīnāni honti, so diṭṭheva dhamme nevasaññānāsaññāyatanaṁ upasampajja viharati.

Sāriputta, ambil seorang individu yang telah melepaskan belenggu-belenggu yang lebih rendah. Dalam kehidupan ini juga, mereka masuk dan berdiam dalam alam tanpa persepsi maupun tanpa non-persepsi.

Sāriputta, take an individual who has given up the lower fetters. In this very life they enter and abide in the dimension of neither perception nor non-perception.

an4.171:9.2

So tadassādeti, taṁ nikāmeti, tena ca vittiṁ āpajjati;

Mereka menikmatinya, menyukainya, dan merasa puas dengannya.

They enjoy it and like it and find it rewarding.

an4.171:9.3

tattha ṭhito tadadhimutto tabbahulavihārī aparihīno kālaṁ kurumāno nevasaññānāsaññāyatanūpagānaṁ devānaṁ sahabyataṁ upapajjati.

Jika mereka berdiam di dalamnya, berkomitmen padanya, dan sering bermeditasi padanya tanpa kehilangannya, ketika mereka meninggal, mereka terlahir kembali di tengah-tengah para dewa di alam tanpa persepsi maupun tanpa non-persepsi.

If they abide in that, are committed to it, and meditate on it often without losing it, when they die they’re reborn in the company of the gods of the dimension of neither perception nor non-perception.

an4.171:9.4

So tato cuto anāgāmī hoti anāgantā itthattaṁ.

Ketika mereka meninggal dari sana, mereka adalah seorang yang tidak kembali, yang tidak datang kembali ke tempat ini.

When they pass away from there, they’re a non-returner, not coming back to this place.

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.