‹
AN 4.158

Parihānisutta

Sutta Kemunduran

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 4.158

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini adalah ajaran langsung dari Yang Mulia Sāriputta tentang bagaimana melakukan 'cek kesehatan' batin sendiri. Perhatikan baik-baik empat kriteria yang ia berikan, karena ini adalah alat praktis untuk mengevaluasi arah latihan kita.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Yang Mulia Sāriputta menjelaskan kepada para bhikkhu tentang empat tanda yang menunjukkan kemunduran kualitas-kualitas bermanfaat dalam diri seorang praktisi, dan empat tanda yang menunjukkan ketidakmunduran. Tanda-tanda kemunduran adalah melimpahnya nafsu, kebencian, dan delusi, serta mata kebijaksanaan yang tidak menembus hal-hal yang dalam. Sebaliknya, ketidakmunduran ditandai dengan menipisnya ketiga akar kekotoran itu dan mata kebijaksanaan yang mampu menembus hal-hal yang dalam.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an4.158:2.1

“Yo hi koci, āvuso, bhikkhu vā bhikkhunī vā cattāro dhamme attani samanupassati, niṭṭhamettha gantabbaṁ:

“Sahabat-sahabat, siapa pun—bhikkhu atau bhikkhunī—yang melihat empat hal dalam dirinya, haruslah menyimpulkan:

“Reverends, any monk or nun who sees four things inside themselves should conclude:

an4.158:2.2

‘parihāyāmi kusalehi dhammehi’.

‘Aku mundur dalam kualitas-kualitas bermanfaat.’

‘My skillful qualities are declining.

an4.158:2.3

Parihānametaṁ vuttaṁ bhagavatā.

Inilah yang disebut kemunduran oleh Sang Bhagavā.

For this is what the Buddha calls decline.’

an4.158:2.4

Katame cattāro?

Apakah empat itu?

What four?

an4.158:2.5

Rāgavepullattaṁ, dosavepullattaṁ, mohavepullattaṁ, gambhīresu kho panassa ṭhānāṭhānesu paññācakkhu na kamati.

Melimpahnya nafsu, melimpahnya kebencian, melimpahnya delusi, dan mata kebijaksanaannya tidak menembus hal-hal yang dalam—apa yang mungkin dan apa yang tidak mungkin.

They have much greed, much hate, and much delusion; and their wisdom eye doesn’t go into the many deep matters.

an4.158:2.6

Yo hi koci, āvuso, bhikkhu vā bhikkhunī vā ime cattāro dhamme attani samanupassati, niṭṭhamettha gantabbaṁ:

Siapa pun, sahabat-sahabat, bhikkhu atau bhikkhunī yang melihat empat hal ini dalam dirinya, haruslah menyimpulkan:

Any monk or nun who sees these four things inside themselves should conclude:

an4.158:2.7

‘parihāyāmi kusalehi dhammehi’.

‘Aku mundur dalam kualitas-kualitas bermanfaat.’

‘My skillful qualities are declining.

an4.158:2.8

Parihānametaṁ vuttaṁ bhagavatā.

Inilah yang disebut kemunduran oleh Sang Bhagavā.

For this is what the Buddha calls decline.’

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.