‹
AN 3.76

Paṭhamabhavasutta

Keberadaan (1)

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 3.76

Kenali dunia dalam sutta ini

Dalam sutta ini, kita akan menyaksikan dialog singkat namun mendalam antara Ānanda dan Buddha tentang bagaimana kehidupan berlanjut setelah kematian. Melalui perumpamaan ladang, benih, dan air, Buddha mengajak kita merenungkan bagaimana perbuatan, kesadaran, dan ketagihan saling terkait dalam membentuk alam kelahiran kembali.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Yang Mulia Ānanda bertanya kepada Buddha tentang bagaimana 'keberadaan' (bhava) didefinisikan. Buddha menjelaskan bahwa keberadaan muncul bergantung pada perbuatan (kamma) sebagai ladang, kesadaran (viññāṇa) sebagai benih, dan ketagihan (taṇhā) sebagai air. Dengan demikian, kelahiran kembali di alam-alam yang berbeda—alam keinginan indria, alam berbentuk, dan alam tanpa bentuk—terjadi karena kesadaran yang tertanam dalam alam-alam tersebut, didorong oleh ketidaktahuan dan ketagihan.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an3.76:4.1

Arūpadhātuvepakkañca, ānanda, kammaṁ nābhavissa, api nu kho arūpabhavo paññāyethā”ti?

"Jika, Ānanda, tidak ada perbuatan yang menghasilkan akibat dalam alam tanpa bentuk, apakah keberadaan dalam alam tanpa bentuk akan tampak?"

If there were no deeds to result in the formless realm, would continued existence in the formless realm still come about?”

an3.76:4.2

“No hetaṁ, bhante”.

"Tidak, Bhante."

“No, sir.”

an3.76:4.3

“Iti kho, ānanda, kammaṁ khettaṁ, viññāṇaṁ bījaṁ, taṇhā sneho.

"Demikianlah, Ānanda, perbuatan adalah ladang, kesadaran adalah benih, dan ketagihan adalah air.

“So, Ānanda, deeds are the field, consciousness is the seed, and craving is the moisture.

an3.76:4.4

Avijjānīvaraṇānaṁ sattānaṁ taṇhāsaṁyojanānaṁ paṇītāya dhātuyā viññāṇaṁ patiṭṭhitaṁ evaṁ āyatiṁ punabbhavābhinibbatti hoti.

Kesadaran makhluk-makhluk yang terhalangi oleh ketidaktahuan dan terbelenggu oleh ketagihan, yang tertanam dalam alam tinggi, demikianlah kelahiran kembali di masa depan terjadi.

The consciousness of sentient beings—shrouded by ignorance and fettered by craving—is established in a higher realm. That’s how there is regeneration into a new state of existence in the future.

an3.76:4.5

Evaṁ kho, ānanda, bhavo hotī”ti.

"Demikianlah, Ānanda, keberadaan itu terjadi."

That’s how continued existence is defined.”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.