Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang
KENALI DUNIA AN 3.76
Kenali dunia dalam sutta ini
Dalam sutta ini, kita akan menyaksikan dialog singkat namun mendalam antara Ānanda dan Buddha tentang bagaimana kehidupan berlanjut setelah kematian. Melalui perumpamaan ladang, benih, dan air, Buddha mengajak kita merenungkan bagaimana perbuatan, kesadaran, dan ketagihan saling terkait dalam membentuk alam kelahiran kembali.
Yang Mulia Ānanda bertanya kepada Buddha tentang bagaimana 'keberadaan' (bhava) didefinisikan. Buddha menjelaskan bahwa keberadaan muncul bergantung pada perbuatan (kamma) sebagai ladang, kesadaran (viññāṇa) sebagai benih, dan ketagihan (taṇhā) sebagai air. Dengan demikian, kelahiran kembali di alam-alam yang berbeda—alam keinginan indria, alam berbentuk, dan alam tanpa bentuk—terjadi karena kesadaran yang tertanam dalam alam-alam tersebut, didorong oleh ketidaktahuan dan ketagihan.
Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an3.76:2.3 “So, Ānanda, deeds are the field, consciousness is the seed, and craving is the moisture.
an3.76:2.4 The consciousness of sentient beings—shrouded by ignorance and fettered by craving—is established in a lower realm. That’s how there is regeneration into a new state of existence in the future.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.