an3.21:12.1 Na khvettha, sāriputta, sukaraṁ ekaṁsena byākātuṁ:
an3.21:12.2 ‘ayaṁ imesaṁ tiṇṇaṁ puggalānaṁ abhikkantataro ca paṇītataro cā’”ti.
an3.21:12.3 Paṭhamaṁ.
Khotbah dengan Saviṭṭha
Sutta ini mengajak kita merenungkan bagaimana kita menilai kemajuan spiritual seseorang. Mari kita simak percakapan tiga murid utama Buddha ini dan bagaimana Sang Buddha meluruskan pemahaman mereka.
Dalam sutta ini, Yang Mulia Sāriputta bertanya kepada Yang Mulia Samiddha dan Yang Mulia Mahākoṭṭhita tentang tiga jenis individu: saksi langsung (kāyasakkhī), yang mencapai pandangan (diṭṭhippatto), dan yang terbebaskan melalui keyakinan (saddhāvimutto). Masing-masing memberikan pendapat berbeda tentang siapa yang paling unggul, lalu mereka bersama-sama menghadap Buddha untuk meminta penjelasan. Buddha menjawab bahwa tidak mudah menyatakan secara pasti siapa yang terbaik, karena masing-masing dari ketiga jenis individu tersebut bisa berada pada tahap latihan yang berbeda-beda.
an3.21:12.1 Na khvettha, sāriputta, sukaraṁ ekaṁsena byākātuṁ:
an3.21:12.2 ‘ayaṁ imesaṁ tiṇṇaṁ puggalānaṁ abhikkantataro ca paṇītataro cā’”ti.
an3.21:12.3 Paṭhamaṁ.
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.