‹
AN 10.95

Uttiyasutta

Khotbah dengan Uttiya

Aṅguttara Nikāya · Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang

KENALI DUNIA AN 10.95

Kenali dunia dalam sutta ini

Sutta ini memperlihatkan bagaimana Buddha menanggapi pertanyaan-pertanyaan metafisik yang populer pada zamannya. Perhatikan bagaimana ia mengalihkan pembicaraan dari spekulasi ke praktik yang membebaskan, dan bagaimana Ānanda kemudian menjelaskan maksud Buddha melalui sebuah perumpamaan yang gamblang.

TOKOH & TEMPAT

Sinopsis singkat

Pengembara Uttiya mendatangi Buddha dan mengajukan serangkaian pertanyaan metafisik klasik—apakah dunia ini kekal, apakah jiwa dan badan sama, dan apakah Tathāgata ada setelah kematian. Buddha menolak untuk menjawab semua pertanyaan itu, yang membuat Uttiya bertanya apa yang sebenarnya telah dinyatakan oleh Buddha. Buddha menjawab bahwa ia mengajarkan Dhamma untuk pemurnian makhluk, melampaui duka, dan merealisasi Nibbāna. Ketika Uttiya bertanya apakah seluruh dunia akan terselamatkan, Buddha diam, dan Ānanda menjelaskan dengan perumpamaan kota perbatasan: Sang Tathāgata tidak mengukur berapa banyak yang terbebas, tetapi mengetahui jalan tunggal menuju kebebasan—melepaskan lima rintangan, menegakkan empat penegakan perhatian, dan mengembangkan tujuh faktor pencerahan.

Pengantar Tiga Keranjang · bukan bagian dari teks kanonik.
an10.95:3.1

“Kiṁ nu kho, bho gotama, antavā loko …pe…

“Apakah benar, Yang Mulia Gotama, bahwa dunia ini terbatas …” …

“Then is this right: ‘The cosmos is finite …’ …

an10.95:3.2

anantavā loko …

“Dunia ini tidak terbatas …” …

‘The cosmos is infinite …’ …

an10.95:3.3

taṁ jīvaṁ taṁ sarīraṁ …

“Jiwa dan badan adalah sama …” …

‘The soul and the body are one and the same …’ …

an10.95:3.4

aññaṁ jīvaṁ aññaṁ sarīraṁ …

“Jiwa adalah satu hal, badan adalah hal lain …” …

‘The soul is one thing, the body another …’ …

an10.95:3.5

hoti tathāgato paraṁ maraṇā …

“Seorang Tathāgata ada setelah kematian …” …

‘A realized one still exists after death …’ …

an10.95:3.6

na hoti tathāgato paraṁ maraṇā …

“Seorang Tathāgata tidak ada setelah kematian …” …

‘A realized one no longer exists after death …’ …

an10.95:3.7

hoti ca na ca hoti tathāgato paraṁ maraṇā …

“Seorang Tathāgata ada dan juga tidak ada setelah kematian …” …

‘A realized one both still exists and no longer exists after death …’ …

an10.95:3.8

neva hoti na na hoti tathāgato paraṁ maraṇā, idameva saccaṁ moghamaññan”ti?

“Seorang Tathāgata tidak ada maupun tidak tidak ada setelah kematian; hanya inilah kebenaran, selain itu sia-sia”?”

‘A realized one neither still exists nor no longer exists after death. This is the only truth, anything else is futile’?”

an10.95:3.9

“Etampi kho, uttiya, abyākataṁ mayā:

“Hal ini pun, UttiYa, tidak dinyatakan olehKu.”

“This has not been declared by me, Uttiya.”

an10.95:3.10

‘neva hoti na na hoti tathāgato paraṁ maraṇā, idameva saccaṁ moghamaññan’”ti.

‘Sang Tathāgata tidak ada maupun tidak tidak ada setelah kematian; hanya inilah yang benar, yang lainnya keliru.’”

TEKS DI TIGA KERANJANG
IndonesiaTersedia

Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.