an10.6:1.1 Kemudian Yang Mulia Ānanda mendatangi Bhagavā, memberi hormat, duduk di satu sisi, dan berkata kepada Bhagavā:
an10.6:1.2 “Mungkinkah, Bhante, seorang bhikkhu memperoleh konsentrasi sedemikian rupa sehingga ia tidak menganggap tanah sebagai tanah, tidak menganggap air sebagai air, tidak menganggap api sebagai api, tidak menganggap udara sebagai udara, tidak menganggap landasan ruang tanpa batas sebagai landasan ruang tanpa batas, tidak menganggap landasan kesadaran tanpa batas sebagai landasan kesadaran tanpa batas, tidak menganggap landasan kekosongan sebagai landasan kekosongan, tidak menganggap landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi sebagai landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi, tidak menganggap dunia ini sebagai dunia ini, tidak menganggap dunia lain sebagai dunia lain; namun ia tetap memiliki persepsi?”
an10.6:1.3 “Mungkin saja, Ānanda, seorang bhikkhu memperoleh konsentrasi sedemikian rupa sehingga ia tidak menganggap tanah sebagai tanah, tidak menganggap air sebagai air, tidak menganggap api sebagai api, tidak menganggap udara sebagai udara, tidak menganggap landasan ruang tanpa batas sebagai landasan ruang tanpa batas, tidak menganggap landasan kesadaran tanpa batas sebagai landasan kesadaran tanpa batas, tidak menganggap landasan kekosongan sebagai landasan kekosongan, tidak menganggap landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi sebagai landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi, tidak menganggap dunia ini sebagai dunia ini, tidak menganggap dunia lain sebagai dunia lain; namun ia tetap memiliki persepsi.”

