“‘Parihānadhammo puggalo, parihānadhammo puggalo’ti, āvuso, vuccati.
“‘Seseorang yang rentan mengalami kemunduran, seseorang yang rentan mengalami kemunduran,’ dikatakan, sahabat-sahabat.
“Reverends, they speak of an individual liable to decline,
Kemunduran
Sutta ini mengajak kita untuk melihat ke dalam diri sendiri dengan jujur, seperti bercermin. Mari kita simak bagaimana Sāriputta memandu para bhikkhu untuk mengenali kualitas batin mereka dan berusaha mengembangkannya.
Yang Mulia Sāriputta menjelaskan kepada para bhikkhu tentang definisi seseorang yang rentan mengalami kemunduran dan yang tidak rentan mengalami kemunduran dalam praktik Dhamma. Beliau kemudian mengajarkan pentingnya memeriksa batin sendiri secara teratur, seperti bercermin, untuk melihat kualitas-kualitas baik apa yang sudah ada dan apa yang belum, serta memberikan panduan tentang bagaimana berlatih dalam setiap kondisi tersebut.
“‘Parihānadhammo puggalo, parihānadhammo puggalo’ti, āvuso, vuccati.
“‘Seseorang yang rentan mengalami kemunduran, seseorang yang rentan mengalami kemunduran,’ dikatakan, sahabat-sahabat.
“Reverends, they speak of an individual liable to decline,
‘Aparihānadhammo puggalo, aparihānadhammo puggalo’ti, āvuso, vuccati.
‘Seseorang yang tidak rentan mengalami kemunduran, seseorang yang tidak rentan mengalami kemunduran,’ dikatakan, sahabat-sahabat.
and one not liable to decline.
Kittāvatā nu kho, āvuso, parihānadhammo puggalo vutto bhagavatā, kittāvatā ca pana aparihānadhammo puggalo vutto bhagavatā”ti?
Namun sejauh apakah, sahabat-sahabat, seseorang yang rentan mengalami kemunduran dikatakan oleh Bhagavā, dan sejauh apakah seseorang yang tidak rentan mengalami kemunduran dikatakan oleh Bhagavā?”
But how did the Buddha define an individual liable to decline, and one not liable to decline?”
“Dūratopi kho mayaṁ, āvuso, āgacchāma āyasmato sāriputtassa santike etassa bhāsitassa atthamaññātuṁ.
“Sahabat, bahkan dari jauh kami datang ke hadapan Yang Mulia Sāriputta untuk memahami makna pernyataan ini.
“Reverend, we would travel a long way to learn the meaning of this statement in the presence of Venerable Sāriputta.
Sādhu vatāyasmantaṁyeva sāriputtaṁ paṭibhātu etassa bhāsitassa attho.
Baiklah kiranya Yang Mulia Sāriputta sendiri yang menjelaskan makna pernyataan ini.
May Venerable Sāriputta himself please clarify the meaning of this.
Āyasmato sāriputtassa sutvā bhikkhū dhāressantī”ti.
Setelah mendengar dari Yang Mulia Sāriputta, para bhikkhu akan mengingatnya.”
The mendicants will listen and remember it.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.