Tatra kho āyasmā sāriputto bhikkhū āmantesi:
Di sana Yang Mulia Sāriputta berkata kepada para bhikkhu:
There Sāriputta addressed the mendicants:
Kemunduran
Sutta ini mengajak kita untuk melihat ke dalam diri sendiri dengan jujur, seperti bercermin. Mari kita simak bagaimana Sāriputta memandu para bhikkhu untuk mengenali kualitas batin mereka dan berusaha mengembangkannya.
Yang Mulia Sāriputta menjelaskan kepada para bhikkhu tentang definisi seseorang yang rentan mengalami kemunduran dan yang tidak rentan mengalami kemunduran dalam praktik Dhamma. Beliau kemudian mengajarkan pentingnya memeriksa batin sendiri secara teratur, seperti bercermin, untuk melihat kualitas-kualitas baik apa yang sudah ada dan apa yang belum, serta memberikan panduan tentang bagaimana berlatih dalam setiap kondisi tersebut.
Tatra kho āyasmā sāriputto bhikkhū āmantesi:
Di sana Yang Mulia Sāriputta berkata kepada para bhikkhu:
There Sāriputta addressed the mendicants:
“āvuso bhikkhave”ti.
“Sahabat-sahabat, para bhikkhu!”
“Reverends, mendicants!”
“Āvuso”ti kho te bhikkhū āyasmato sāriputtassa paccassosuṁ.
“Sahabat,” para bhikkhu itu menjawab Yang Mulia Sāriputta.
“Reverend,” they replied.
Āyasmā sāriputto etadavoca:
Yang Mulia Sāriputta berkata demikian:
Sāriputta said this:
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.