an10.39:2.1 “Samaggaṁ pana, bhante, saṅghaṁ bhinditvā kiṁ so pasavatī”ti?
an10.39:2.2 “Kappaṭṭhikaṁ, ānanda, kibbisaṁ pasavatī”ti.
an10.39:2.3 “Kiṁ pana, bhante, kappaṭṭhikaṁ kibbisan”ti?
an10.39:2.4 “Kappaṁ, ānanda, nirayamhi paccatīti—
Khotbah dengan Ānanda (Ke-1)
Dalam sutta ini, kita akan melihat bagaimana Buddha mendefinisikan perpecahan dalam komunitas para bhikkhu dan menekankan beratnya akibat dari tindakan tersebut. Mari kita simak penjelasan-Nya.
Yang Mulia Ānanda bertanya kepada Buddha tentang apa yang dimaksud dengan perpecahan Saṅgha. Buddha menjelaskan bahwa perpecahan terjadi ketika para bhikkhu, berdasarkan sepuluh landasan, menyatakan yang bukan Dhamma sebagai Dhamma dan sebaliknya, lalu memisahkan diri dalam tindakan resmi dan pembacaan Pātimokkha. Buddha juga menegaskan bahwa orang yang memecah Saṅgha yang rukun akan terlahir di neraka selama satu kappa.
an10.39:2.1 “Samaggaṁ pana, bhante, saṅghaṁ bhinditvā kiṁ so pasavatī”ti?
an10.39:2.2 “Kappaṭṭhikaṁ, ānanda, kibbisaṁ pasavatī”ti.
an10.39:2.3 “Kiṁ pana, bhante, kappaṭṭhikaṁ kibbisan”ti?
an10.39:2.4 “Kappaṁ, ānanda, nirayamhi paccatīti—
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.