Kemudian, dewata yang berdiam di kawasan hutan itu, karena berbelas kasihan kepada bhikkhu tersebut dan menginginkan kebaikannya, ingin membangkitkan rasa keterdesakan dalam dirinya. Maka ia mendekati bhikkhu itu dan berkata kepadanya dalam syair:
The deity haunting that forest had sympathy for that mendicant, and wanted what’s best for them. So they approached that mendicant wanting to stir them up, and addressed them in verse:
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.
SN 9.11 · Kotbah tentang Pikiran yang Tidak Terampil | Tiga Keranjang