sn8.3:1.1 Pada suatu ketika, Yang Mulia Vaṅgīsa berdiam di Āḷavī, di tempat suci utama Āḷavī, bersama dengan penasihatnya, Yang Mulia Nigrodhakappa.
sn8.3:1.2 Pada saat itu, Yang Mulia Vaṅgīsa memandang rendah para bhikkhu lain yang baik hati karena kefasihan bicaranya sendiri.
sn8.3:1.3 Kemudian Yang Mulia Vaṅgīsa berpikir:
sn8.3:1.4 “Sungguh merugi aku, sungguh tidak beruntung aku; sungguh buruk perolehan aku, sungguh tidak baik perolehan aku,
sn8.3:1.5 bahwa aku memandang rendah para bhikkhu lain yang baik hati karena kefasihan bicaraku sendiri.”
sn8.3:1.6 Kemudian Yang Mulia Vaṅgīsa, setelah membangkitkan penyesalan dalam dirinya sendiri, pada saat itu mengucapkan syair-syair ini: