Kemudian Bhagavā, setelah merapikan jubahnya di pagi hari, membawa mangkuk dan jubahnya, mendatangi kediaman brahmana Saṅgārava. Setelah tiba, Ia duduk di tempat duduk yang telah disiapkan.
Then the Buddha robed up in the morning and, taking his bowl and robe, went to the home of the brahmin Saṅgārava, and sat down on the seat spread out.
"Benarkah, brahmana, bahwa engkau mempraktikkan pemurnian dengan air, meyakini pemurnian melalui air, dan hidup dengan tekun menjalankan latihan merendam diri dalam air pada pagi dan senja hari?"
“Is it really true, brahmin, that you practice purification by water, believing in purification by water; that you live committed to the practice of immersing yourself in water at daybreak and dusk?”
"Tetapi, brahmana, dengan melihat manfaat apakah engkau mempraktikkan pemurnian dengan air, meyakini pemurnian melalui air, dan hidup dengan tekun menjalankan latihan merendam diri dalam air pada pagi dan senja hari?"
“But brahmin, for what reason do you practice purification by water?”
"Di sini, Yang Mulia Gotama, perbuatan buruk apa pun yang kulakukan pada siang hari, itu kubersihkan dengan mandi di senja hari; dan perbuatan buruk apa pun yang kulakukan pada malam hari, itu kubersihkan dengan mandi di pagi hari.
“It’s because, Worthy Gotama, whatever bad deeds I’ve done during the day I rinse off by bathing at dusk; and whatever bad deeds I’ve done during the night, I rinse off by bathing at dawn.
Dengan melihat manfaat inilah, Yang Mulia Gotama, aku mempraktikkan pemurnian dengan air, meyakini pemurnian melalui air, dan hidup dengan tekun menjalankan latihan merendam diri dalam air pada pagi dan senja hari."
That’s the reason why I practice purification by water.”
Terjemahan Indonesia Tiga Keranjang dibuat dengan bantuan AI dan disajikan bersama teks Pāli serta English untuk memudahkan pembacaan dan perbandingan.